Dhapur: Tilam Upih
Pamor: Kulit Semongko, Tlogo Membeng
Est. Tangguh/Kecurigaan: Tuban (Tus)
Kesan Karakter Fisik: Berani, Ngengreng (Berwibawa), Wingit
Warangka: Gaya Solo Kayu Timoho (Lamen)
Deder: Solo Kayu Tayuman (Lamen)
Mendhak: Perak Meniran (Lamen)
Selud: Solo Perak Lung-Lungan (Lamen)
Pendhok: Solo Perak (Lamen)
Mahar: TERMAHAR
Ancas/Misi Spiritual Empu Menilik Dari Dhapur dan Pamor
Iktisar Simbolisasi:
Jenis Lajer
Keteguhan dan Kegigihan, Pantang Menyerah
Dhapur Tilam Upih
Dalam bahasa Jawa Kuno, Tilam berarti peraduan, Upih adalah ujung daun, juga berarti kelopak. Secara simbolisasi dari pengharapan akan sang empu, yang menginginkan bahwa pemegang pusaka dapat mendapatkan ketenangan, ketentraman, kesabaran (ujung daun=pupus daun) memupus segala dur angkara yang juga menahan hawa nafsunya, kelopak daun merupakan simbolisasi dari menjaga/proteksi sehingga tercipta rasa aman dan tentram.
Pamor Kulit Semongko
Serapan mengambil motif kulit semangka, dimana buah semangka yang dapat hidup dimana saja, dan mudah sekali untuk ditanam maupun berkembang. Makna pamor ini juga tidak jauh dari seserapan simbolisasi yang diambil dari alam sekitar sang empu. Simbolisasi pamor Kulit Semongko untuk yang terkait simbolisasi kelancaran pencarian nafkah/sandang pangan, dapat hidup dimana saja dan mudah diterima oleh masyarakat/orang lain sehingga akan mempunyai banyak kawan. Banyak Kawan=Banyak Pertolongan maupun Rejeki.


0 Response to "KODE-TLU-114 KERIS LAJER TUBAN TUS"
Post a Comment